Langsung ke konten utama

Postingan

HIDUP

Dulu dunia begitu mengasikkan Saat waktu kecil yang didapat hanya tawaan Namun begitu dewasa nampak menyedihkan Tak hanya tawaan Tapi juga tangisan Dewasa ... Enam huruf satu kata Namun nyatanya tak mudah seperti dikata Ekspektasi jauh dari realita Namun apa daya harus tetap dirasa Cobaan ... Ibarat tantangan  Yang harus dilalui untuk sampai tujuan Agar tangisan  Berganti dengan kebahagiaan Cucuran keringat Yang seakan kuat Seakan semangat Padahal tersayat Oleh impian yang berat Huhh ...!!! Rasanya ingin mengeluh Rasanya hampir rapuh Namun harus tetap teguh Untuk tujuan yang ditempuh
Postingan terbaru

AKU

Manusia yang tangguh Kadang juga rapuh Ya, itu aku... Dengan segala ujian Di setiap jalan kehidupan Ku percayakan ada titik kebahagiaan Dalam sebuah harapan Tangis Meringis Itu yang ku lalui setiap hari Jika hujan, Memberi makna di setiap rintikan Maka kehidupan, Memberi hikmah di setiap cobaan Tetap kuat Semangat Untuk menjadi hebat Dewasa memang b ukan hal yang mudah Namun jangan menyerah Untuk meraih asa Terima kasih aku yang luar biasa

IBU

I b u … E n gk a u b a g a i k a n a n g i n  s e p o i - s e p o i   Ya n g s e l a l u m e n e n a n g k a n k e t i ka a ku t e r pu r uk  E n gk a u y a n g s l a l u m e n y e m a n g a t i K e t i ka d i r i ku t e r h a n y u t , t e r l e m p a r d a n t e r j a t uh I b u …   E n gk a u a d a l a h m a n u s i a h e b a t , ku a t A i r k e r in g a t m u t a k p e r n a h k a u t u m p a h k a n  A i r m a t a m u t a k p e r n a h k a u li n a n g k a n I b u … S e n y u m m u a d a l a h s e b u a h h a r a p a n L a n gk a h k a k im u a d a l a h i m p i a n A i r m a t a m u a d a l a h p e m b e r o n t a k a n W a h a i i bu …   T a k s e d i k i t  p u n n i a t u n t uk m e m bu a t m u s e d i h  I z in k a n a ku u n t uk b e r t e r im a k a s i h A t a s m u t i a r a y a n g k a u b e r i k a n , w a h a i w a n i t a h e b a t ku

AIR MATA KENANGAN

Engkau… Adalah orang yang pernah singgah dihatiku Kala itu namamu ku ukirkan dalam hatiku Dengan sebuah harapan dalam hidupku Detik semakin berputar Namun engkau hanyut bagai diterjang ombak Tanpa ucapan selamat tinggal Dan meninggalkan kenangan Engkau … Selalu ku panjatkan dalam doa Atas jiwa yang terluka Air mata yang berlinang Tidak pernah ku salahkan takdir Tuhan punya rencana baik Menghilangkan yang tidak pasti Meski dengan jalan yang membuat perih Meski air mata terus berlinang Arus suka beralih duka Ku bangkitkan kembali perasaan damai Terimakasih wahai pendusta

HUJAN SENJA

Rupanya mega di ufuk mulai menghitam Angin mulai bertiup-tiupan Pohon mulai bergoyang Dedaunan pun mulai hirap Tik... Tik... Tik...  Rintikan air itu terdengar kembali  Mentari yang telah pergi Rinai yang telah membasahi Hujan Suasana yang dapat dirasakan Atas kerinduan-kerinduan Kenangan dalam kehidupan Ada cerita di setiap detik rintik  Dalam kisah cinta ini Dingin, perih... Itu hati ku saat ini Ku berharap bisa berbahagia nanti

KEHILANGANMU

Kamu Bagaikan mentari yang indah dikala senja Yang membuatku selalu berbinar Membuatku memiliki hasrat dalam hidup Hanyut   Ketika fotomu dengan gadis lain Hujan pipi pun membasahi Udara dingin menyelimuti Ku hanya bisa duduk terdiam Ditemani seekor kucing kecil manis

PUISI UNTUK MU

Engkau Kaulah dambaanku Kaulah belahan jiwaku Dan kaulah kebanggaanku Wahai kekasihku Dirimu bagaikan mentari yang menyinari Bagaikan candra indah di malam hari Kau yang mempesona Aku cacak seperti lambang tergadai olehmu Kaulah segalanya bagiku Kaulah yang aku sayang