Engkau…
Adalah orang yang pernah singgah dihatiku
Kala
itu namamu ku ukirkan dalam hatiku
Dengan
sebuah harapan dalam hidupku
Detik
semakin berputar
Namun
engkau hanyut bagai diterjang ombak
Tanpa
ucapan selamat tinggal
Dan
meninggalkan kenangan
Engkau
…
Selalu
ku panjatkan dalam doa
Atas
jiwa yang terluka
Air
mata yang berlinang
Tidak
pernah ku salahkan takdir
Tuhan
punya rencana baik
Menghilangkan
yang tidak pasti
Meski
dengan jalan yang membuat perih
Meski
air mata terus berlinang
Arus
suka beralih duka
Ku
bangkitkan kembali perasaan damai
Terimakasih
wahai pendusta
Komentar
Posting Komentar